Rabu, 06 Juni 2012

hujan mereda gelap dan dingin dst........www.theanswerbank.co.uk/search/%3Fq

Rabu, 04 April 2012

Kehidupan era modern sangat di sayangkan pelaku berahlak baik , moral yang kuat, sebagai mana semestinya, dan sekarang merambah kaum ibu, dan bapak, menurunya kualitas tersebut ,karena orang tua sangatlah mulai menjauhi peraturan, peraturan agama yg dianutnya sebagai pelindung kekuatan dari dalam , tentu harafan anak'' sangatlah tidak terlalu jauh berbada dengan anak'' pada jaman sebelumnya yang sekarang sudah menjadi orang yg tumbuh besar dan tua renta , bayangkan sebuah contoh , sedikit sekali atau sudah di bilang jarang orang tua membangunkan anak di waktu subuh hanya untuk sebuah permintaan bangun hanya untuk mengaji Qur'an/ baca injil/ taurot di saat subuh , tp sebaliknya jika masalah keduniaan / keilmuan lain mrk para orang tua sagatlah mendukung untuk membagunkan anaknya untuk sekolah , untuk bekerja , atau kegiatan yang sipatnya duniawi .....knapa demikian ? karena para orang tua jaman sekarang ini sudah memiliki mental yang buruk yang tentunya kepemilikan ini akan di wariskan terhadap keturunan mereka.. lantas , untuk beberapa puluh tahun kemudian seperti apakah mental orang tua yang sekarang masih dikatakan muda ? .... berlanjut.....

Sabtu, 31 Maret 2012

SIAPA ORANG YANG BODOH ITU...? Oleh kh'z

Manusia memiliki musuh bebuyutan yang namanya syetan. Ketika syetan diusir dari neraka mereka sudah memproklamirkan diri akan ajak-ajak manusia agar mengikutinya ke jalan neraka. Seyogyanya, seorang hamba bersungguh-sungguh menolak bisikan dan godaan syetan di dalam dirinya. Karena Allah SWT sudah mengingatkan melalui firmanNya: Innassyaithoona lakum ‘aduwwun, fattakhidzuuhu ‘aduwwan Sesungguhnya syetan adalah musuh bagi kalian maka jadikanlah syetan itu sebagai musuh. Ingatlah, bahwa syetan akan terus menerus mencari teman ke neraka. Syetan menggoda manusia melalui kemaksiatan yang dihiasi dengan berbagi kesenangan dan kenikmatan yang bisa menjerumuskan kebanyakan manusia. Oleh karena itu kita harus mengerti dan jangan jadi orang- orang yang bodoh. Sebab orang bodoh gampang dikibuli syetan. Tanda-tanda orang bodoh itu ada empat. Pertama, suka marah-marah yang tidak jelas sebabnya. Kedua, suka nuruti kemauan nafsu yang bathil. Ketiga, menafkahkan hartanya dengan cara yang tidak dibenarkan syara', suka menghambur- hamburkan harta yang tidak jelas manfaatnya, apalagi digunakan untuk maksiat. Keempat, tidak sadar kalau musuh yang sebenarnya adalah syetan. Oleh karena itu hendaknya kita sebagai orang yang berakal menyadari dengan benar bahwa syetan itu musuh kita. Mari kita mengikuti kebenaran dan jangan mengikuti musuh kita. Tengoklah hati kita. Bukankah ternyata lebih sering mengikuti bisikan dan perintah syetan daripada mengikuti perintah Allah? Sebagian ahli hikmah mengatakan: "ketahuilah bahwa syetan itu mendatangi manusia melalui sepuluh pintu". Kesepuluh pintu yang dimasuki syetan itu adalah: 1. syetan akan masuk melalui pintu suudzon (berburuk sangka) 2. syetan akam masuk melalui pintu panjang angan- angan 3. syetan akan masuk melalui pintu memperoleh nikmat 4. syetan akan masuk melalui pintu ‘ujub (membanggakan diri) 5. syetan akan masuk melalui pintu meremehkan orang lain 6. syetan akan masuk melalui pintu hasud 7. syetan akan masuk melalui pintu riya' (ingin dipuji orang) 8. syetan akan masuk melalui pintu bakhil (kikir) 9. syetan akan masul melalui pintu sombong 10. syetan akan masuk melalui pintu tamak (serakah). Kalau syetan berhasil mendekati kita, maka syetan akan berusaha masuk di hati kita. Nah, kalau ia sudah berhasil masuk, maka ia akan bersembunyi di hati kita. Oleh karena itu jangan biarkan ia bersembunyi. Usirlah dia! Caranya dengan memperbanyak dzikir (ingat) kepada Allah SWT. Sebab, kalau hati kita sudah dikuasai syetan maka ia telah berhasil menjadikan kita temannya. Berarti kita telah menjadikan syetan sebagai pemimpin bagi hati kita. Na'udzubillah. Ingatlah peringatan Allah dalam Al Qur'an: "Hai anak adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syetan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu (Nabi Adam dan Ibu Hawa) dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihatmu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syetan- syetan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman" (QS. Al A'raaf:27) Mudah-mudahan kita diberi kekuatan oleh Allah untuk melawan godaan syetan.

Jumat, 30 Maret 2012

SIKAP APA YG SEHARUSNYA...TANYA OLANGAN

Sikap Terhadap Nikmat dan Musibah Jumat, 22/05/2009 07:54 WIB Tertulis dalam Al Qur’an Surah Al Hadid ayat 20-23 yang Mulia: Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(20) Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.(21) Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(22) (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan- Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (23) Bagi yang belum pernah mengetahui ayat ini, mungkin akan tercengang betapa Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Bijaksana telah Memberikan sebuah resep kehidupan yang sangat bermanfaat bagi hamba-hambaNya yang beruntung mendapatkan keimanan. Ayat-ayat yang sangat indah jika dilantunkan oleh seorang Qari bersuara merdu yang faham cara membacanya. Allah SWT Membuat MAKLUMAT dalam Al Qur’an dengan kata-kata ”I’lamu” (57:20), yang mana maklumat ini merupakan sebuah pernyataan resmi, serius dan berbobot atas sebuah informasi penting bagi manusia. Isi maklumat tersebut adalah penjelasan tentang hakekat kehidupan dunia bagi manusia. Yaitu bahwa ia (kehidupan dunia) hanyalah permainan. Sebagaimana yang namanya permainan, maka dunia tidaklah pantas disikapi dengan keseriusan dan kesungguhan dalam melayani tuntutannya. Allah Menjelaskan pula bahwa beberapa hal (sebagai contoh) dari apa- apa yang dianggap sebagai hal-hal penting dalam kehidupan dunia, sebenarnya semua itu hanyalah bagaikan fatamorgana. Di ayat selanjutnya (57:21) Allah SWT langsung menganjurkan manusia untuk bersikap sebaliknya tehadap apa yang merupakan kebalikan/lawan dari kehidupan dunia, yaitu kehidupan akhirat. Jika terhadap kehidupan dunia manusia hendaknya mensikapinya hanya sebagai permainan dan selayaknya tanpa sikap serius apalagi berusaha keras, maka terhadap kehidupan akhirat yang merupakan kebalikan atau lawan dari kehidupan dunia, hendaknya manusia bersikap serius dan bahkan berkompetisi. Allah sekaligus juga Menjanjikan luasnya akhirat dan ampunan yang disediakan. Ayat berikutnya (57:22) memberikan informasi penting lain yang terkait dengan dua ayat sebelumnya. Yaitu tentang takdir. Bahwa nasib manusia, baik atau buruk, bahkan setiap peristiwa yang terjadi di atas panggung dunia ini, pada hakekatnya sudah ditentukan sebelumnya. Keterangan ini memberikan perspektif yang jelas tentang kedudukan ujian hidup manusia, bahwa ujian hidup berupa senang maupun susah sudah ditentukan sebelumnya sehingga manusia tak perlu menyesali atau memaksakan kehendak. Sikap yang pas dalam menghadapi takdir memang bukan hal mudah. Terutama ketika menghadapi peristiwa yang sangat menyedihkan, atau sangat berat, manusia benar-benar harus menempatkan dirinya dengan se-tepat-tepatnya. Manusia harus mengambil sikap bersabar atas ujian dan tetap bersangka baik pada Allah padahal ia sedang susah atau gundah. Itulah ujian, semua ujian memang diadakan untuk menguji sampai ke titik-titik batas kesanggupan. Manusia hidup tak pernah mengenal statis. Selalu saja ada dinamika hidup menyertainya. Tidak ada seorang manusia di dunia ini yang tak diuji dengan baik dan buruk di dunia ini, apakah ia suka atau tidak. Dalam berbagai ayat-ayatNya Allah SWT sudah Memaklumatkan bahwa setiap manusia akan diuji, hanya saja mungkin tidak semua manusia mensikapi musibah dan nikmat dengan sikap yang sama. Ada orang yang optimis yang cenderung menghadapi kesulitan hidup dengan optimisme, sehingga ia senantiasa berusaha mencari jalan keluar, bahkan menganggap kesulitan sebagai tantangan. Ada pula manusia pesimis yang cenderung bersikap negatif terhadap apa saja, selalu mengeluh dan merasa susah. Sudah sifat manusia untuk berkeluh kesah jika menghadapi kesulitan. Bahkan manusia mudah sekali merasa berputus asa dan kehilangan akal maupun kesabaran. Rentang sikap manusia terhadap musibah dapat dimulai dari sekedar keluhan kecil hingga kehilangan kewarasan karena emosi sedih atau marah yang tak terkendali. Seorang yang merasa bahwa kesulitan atau musibah yang dihadapinya adalah hal kecil, ia akan mensikapinya dengan santai dan memiliki banyak kesempatan untuk berpikir guna mengatasi kesulitan tersebut. Orang ini memusatkan perhatiannya pada penyelesaian masalah, dan ia mengaktifkan otaknya untuk berusaha mencari jalan keluar. Lain halnya jika seseorang merasa musibah yang dihadapinya terlalu berat atau besar bagi dirinya, ia akan tenggelam dalam masalah, bertolak belakang dengan orang pertama tadi yang berusaha mengatasi masalahnya dengan menggunakan otaknya, orang kedua ini malah tenggelam di dalam masalah. Perasaannya-lah yang menenggelamkan dirinya. Perasaan manusia, persepsi manusia atas sesuatu bukanlah alat ukur obyektif. Perasaan manusia dapat saja berlebihan, sedangkan persepsinya mungkin saja keliru. Dalam menghadapi musibah, ada orang yang merasa ujian itu tak sanggup ia hadapi. Ia menganggap ujian tersebut terlalu berat baginya. Ini persepsinya sendiri. Padahal Allah SWT sudah Menyatakan dalam Al Qur’an bahwa seseorang tak akan dibebani lebih dari kadar kesanggupannya (2:286). Allah Yang Maha Tahu telah Mengukur kadar kesanggupan orang tersebut dan ia sesungguhnya mampu menghadapinya, namun ia telah menyesatkan dirinya dengan mempersepsikan musibah tersebut terlalu besar atau berat bagi dirinya. Persepsi ini kemudian dilanjutkan dengan prasangka buruk terhadap Allah, menyangka bahwa Allah tidak adil, menyangka bahwa Allah telah menghukum dirinya dengan kehinaan dan musibah. Sekali lagi ini adalah persepsi manusia yang keliru. Allah SWT memberi gambaran orang-orang yang salah persepsi terhadap musibah dan nikmat sebagai berikut: Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Tuhanku telah memuliakanku". Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku". QS Al Fajr 15-16. Inilah contoh gambaran persepsi manusia yang salah terhadap tindakan Allah ”Menguji” manusia. Ya, baik nikmat kesenangan maupun kesulitan statusnya adalah sama-sama ”ujian”. Yang disebut sebagai ”ujian” pastilah mengandung keharusan untuk manusia tersebut bersikap tertentu, dan tidak menghendaki manusia bersikap sebaliknya. Secara implisit ayat-ayat tadi (89: 15-16) juga memberikan semacam sindiran bagi manusia- manusia yang telah menempatkan perhiasan dunia berupa rezki, kedudukan dan kesenangan sebagai tolok ukur ”baik” atau ”buruk”. Yaitu orang-orang yang mengukur keberuntungan atau kemalangan manusia hanya berdasarkan hal-hal duniawi ataumatter oriented. Allah SWT Menghendaki agar manusia bersikap pas atau tepat terhadap apa yang ia hadapi dan apa yang ia dapatkan di dunia ini. Allah Menghendaki kita sebagai manusia mensikapi semua itu dengan sikap tenang, stabil, tetap imbang dan tidak kehilangan orientasi hidup yang sesungguhnya yaitu orientasi menuju akhirat. Ini tercermin di ayat 23 Surah Al Hadid, yaitu: (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Jangan berduka cita dan jangan terlalu gembira di dunia ini, baik dalam menghadapi susah maupun senang. Bersikaplah tetap stabil dan imbang (balance) karena pada hakekatnya dunia ini hanya fatamorgana. Segala kesulitan dunia hanyalah kesulitan yang menipu, karena jika disikapi dengan sabar maka kesulitan tersebut merupakan karunia Allah yang memberikan kita kesempatan untuk banyak- banyak bersabar dan bertaubat, yang mana itu baik bagi kita, baik bagi akhirat kita. Sedangkan segala kesenangan dan nikmat dunia juga hanya tipuan belaka, sebab boleh jadi mengandung fitnah atau bahaya besar bagi kita karena boleh jadi kita menjadi sombong atau berlebihan sehingga kita terjatuh ke dalam dosa dan kemurkaan Allah di akhirat kelak. Na’udzubiLlahi min dzalik. Manusia yang mampu bersikap sebagaimana tuntunan ayat ini hanyalah manusia-manusia yang sudah mampu memahami tiga ayat sebelum ini, yaitu ayat 20, 21 dan 22 dari Surah Al Hadid di atas. Muslim disebut Muslim karena kelekatannya pada sikap penyerahan diri pada Allah SWT. Islam artinya ”berserah diri”. Islam adalah jalan hidup yang menuntut penganutnya untuk menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah. Tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim untuk memiliki sikap atau pendapatnya sendiri dalam persoalan-persoalan penting dalam hidupnya. Jika non-Muslim (orang kafir) menganggap dirinya berhak memiliki sikap dan pendapatnya sendiri tentang hidup, musibah senang dan bahagia, Muslim harus bertanya kepada agamanya apakah arti itu semua. Oleh karena itulah ia dapat disebut ”Muslim” yang artinya berserah diri. Seorang Musim harus memahami apakah hakekat dunia, maupun bagaimana mensikapinya menurut apa kata Allah, bukan apa kata nafsu dan keinginan manusia belaka. Berikut adalah sebagian dari poin-poin penting untuk difahami: 1. Allah SWT pasti akan menurunkan ujian kepada setiap orang, oleh karena itu selama ia hidup di dunia hendaknya ia selalu bersiap menghadapi ujian-ujian Allah baik atau buruk. 2. Allah Mengatakan dalam surat Al Fajr di atas dan banyak ayat-ayat lain baik dalam Al Qur’an maupun bimbingan Hadits Nabi SAW bahwa keadaan ”baik” maupun ”buruk” yang diberikan kepada manusia adalah sama-sama ujian. Nikmat maupun musibah adalah sama- sama alat uji keimanan bagi manusia yang mengaku beriman. 3. Dalam mensikapi kedua jenis ujian tersebut manusia hendaknya selalu memasang sikap imbang, yang pada dasarnya kembali kepada acuan sikap untuk bersyukur dan b ersabar. Bersyukur ketika merasakan nikmat dan bersabar ketika merasa sempit atau susah. 4. Diantara mutiara kehidupan yang sangat berharga yang sepatutnya ita ambil sebagai sikap dalam menghadapi ujian hidup ada di ayat-ayat yang ditulis di awal tulisan ini, yang intinya adalah sikap netral terhadap dunia: supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Hendaknya perasaan kita tidak berlebihan, baik ketika mendapatkan musibah maupun ketika mendapatkan nikmat. 5. Sikap imbang atau netral di atas dapat terbentuk ketika kita sudah terlebih dahulu memahami bahwa kehidupan dunia hanyalah tipuan-tipuan fatamorgana belaka, dan bahwa akhiratlah kehidupan yang sesungguhnya. Mudah-mudahan uraian singkat ini dapat memberikan gambaran bagaimana seharusnya sikap kita dalam menghadapi dunia fana ini. Wallahua'lam

Jumat, 23 Maret 2012

Berhati-hatilah terhadap perubahan , perubahan budaya yang mengarah pada pendosaan diri .kadang merasa pantas karena menyesuaikan linkungan sekeliling tp secara syariat sangatlah membahayakan diri di jaman terhitung sangat tua ini sebagian orang beranggapan bahwa budaya tidak bisa dikalahkan hukum ( hukum masyarakat budaya ) tp , dengan melihat dan merasakan budaya budaya yang ada sebenarnya tidak terlalu bebenturan dengan syariat agama ( umum ) perubahan-perubahan terjadi di akibatkan karena masyarakat mendapat kemudahan kemudahan yang di dapat baik melaluai informasi ato media informasi yang secara tidak langsung sudah menjadi nikotin kelas berat dari pada candu roko yang sempat dikatakan racun , sangat ironis bertambahnya ilmu karena media yang sangat mudah di liat ( tv ) membrikan masukan yang sangat kuat . racun yang diberikan media di jaman sekarang ini sangatlah halus dan cantik dengan kemasan yg elegan seolah memberi sebuah kebaikan untuk seluruh penikmat .akan tetapi masyarakat kelas dengan keterbatasan , menjadi berontak karena dengan keterbatasan keadaan dan keilmuan dengan meliahat sesuatu yang glamour dan bergelimpangan kemewahan alhasil hati kurang kuat maka yang terjadi ikut-ikutan . saya kutif dari seorang sahabat Antara TANDA-TANDA KIAMAT KECIL berdasarkan hadis 1. Penaklukan Baitulmuqaddis. Dari Auf b. Malik r.a., katanya, “Rasulullah s. a. w. telah bersabda:”Aku menghitung enam perkara menjelang hari kiamat.”Baginda menyebutkan salah satu di antaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis.”-Sahih Bukhari 2. Zina bermaharajalela. “Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keldai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang.” – Sahih Muslim 3. Bermaharajalela alat muzik. “Pada akhir zaman akan terjadi tanah runtuh, rusuhan dan perubahan muka.” Ada yang bertanya kepada Rasulullah; “Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?” Baginda menjawab;”Apabila telah bermaharajalela bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi- penyanyi wanita” – Ibnu Majah 4. Menghias masjid dan membanggakannya. “Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegah-megahan dalam mendirikan masjid” – Riwayat Nasai 5. Munculnya kekejian, memutuskan silaturrahim dan hubungan dengan tetangga tidak baik. “Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturahim dan sikap yang buruk dalam tetangga.” – Riwayat Ahmad dan Hakim 6. Ramai orang soleh meninggal dunia. “Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama di muka bumi, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran -Riwayat Ahmad 7. Orang hina mendapat kedudukan terhormat. “Di antara tanda-tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka’ bin Luka’ (orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang beriman yang diapit oleh dua orang mulia” -Riwayat Thabrani 8. Mengucapkan salam kepada orang yang dikenalnya sahaja. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mahu mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalinya saja.” -Riwayat Ahmad 9. Banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. “Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah akan muncul pakaian-pakaian wanita dan apabila mereka memakainya keadaannya seperti telanjang.” 10. Bulan sabit kelihatan besar. “Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan sabit.” - Riwayat Thabrani 11. Banyak dusta dan tidak tepat dalam menyampaikan berita. “Pada akhir zaman akan muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh bapa-bapa kamu sebelumnya, kerana itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu”- Sahih Muslim 12. Banyak saksi palsu dan menyimpan kesaksian yang benar. “Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu dan disembunyikan kesaksian yang benar”- Riwayat Ahmad 13. Negara Arab menjadi padang rumput dan sungai. “Tidak akan datang hari kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai.” - Sahih Muslim Wahai saudara-saudaraku, marilah berfikir sejenak… yang mana sudah ada petanda pada hari ini? Ya Rabbi, ampunilah mereka yang beriman denganMu, moga hambamu ini bukan dikalangan manusia yang dimurkai.

Rabu, 21 Maret 2012

TUJUAN DARI ......

Adakah Alternatip Ekonomi Neo Liberalisme.? Menurut Adam Smith, tujuan ilmu ekonomi adalah bagaimana mencapai kemakmuran bersama dan seluas luasnya. Filosofi ini relatip diterima baik oleh kalangan kiri atau kalangan kanan, Pertentangan baru muncul ketika sampai pada tatanan praksis, yaitu bagaimana cara / jalan untuk mencapai kemakmuran bersama dan seluas luasnya tersebut ? Nah disini mulailah muncul mazab mazab ekonomi atau sistim ekonomi, yang satu diantaranya adalah sistim ekonomi Neo Liberal. Neo Liberalisme walaupun banyak dihujat dan dicacimaki, tapi dalam kenyataan " telah menguasai hajat hidup orang banyak / banyak negara " Bagi kalangan yang tidak menyetujui atau anti terhadap Neo Liberalisme telah mulai memikirkan dan membicarakan alternatip dari sistim ekonomi Neo Liberal ini.( Choen Hussain Pontoh, Indopregrss.com ) Kini tak cukup lagi berteriak anti neoliberalisme. Lebih penting lagi ada enam masalah besar yang harus dijawab oleh sistim ekonomi alternatip ini.Enam masalah besar tersebut adalah konsep konsep utama dalam sistim ekonomi Kapitalisme Neo Liberalisme, yaitu : 1. Adakah alternatif di luar mekanisme pasar bebas?” 2. Apa alternatif pembiayaan pembangunan pengganti utang luar negeri? 3. Apa alternatif penyehatan perbankan di luar pembentukan bank sentral yang independen? 4. Apa alternatif bagi penyehatan BUMN tanpa harus melakukan privatisasi? 5. Ekonomi kerakyatan itu seperti apa sih? Sistim Ekonomi Islam itu seperti apa ? Bagaimana konsepnya? 6. Apakah yang berbentuk koperasi ataukah ekonomi komunitas model masyarakat adat? 7. Semua indikator indikator ekonomi seperti Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi , Kesempatan Kerja, Jumlah orang kaya yang mampu di hasilkan oleh pertumbuhan ekonomi, Nilai tukar, konsumsi, distribusi, produksi dan lain lain itu semua merupakan konsep sistim ekonomi kapitalisme. Apakah ada alternatip lain ? Pertanyaan-pertanyaan ini sungguh menantang secara intelektual, lebih-lebih untuk kebutuhan praksis gerakan. Berdasarkan rekaman sejarah, terdapat sejumlah alternatif pembangunan ekonomi di luar sistem kapitalisme-neoliberal. 1. Pertama, adalah sistem sosialisme dimana ide dasarnya adalah menempatkan proses produksi dan pemasaran di bawah kontrol kelas pekerja. Dengan demikian, kelas pekerja tidak hanya menjual tenaga kerjanya tapi juga, menguasai dan mengontrol hasil kerjanya.Sosialisme ini bertumpu pada semangat kolektivitas, dalam arti kata kolektivitas tidak memangsa indvidu, tapi individu juga tidak beerada diatas kolektivitas. Istilahnya One for all, all for one 2. Kedua, sistem ekonomi yang berwatak nasionalistik. Sistem ini memang tidak menolak secara tegas sistem kapitalisme tapi, juga tidak membuka diri lebar-lebar pada penetrasi kapitalisme internasional. Sekelompok akademisi menyebut sistem ini sebagai kapitalisme negara (state capitalism). Dalam sistem ini, pembangunan ekonomi nasional dibimbing, dikawal dan difasilitasi oleh negara agar tidak terempas oleh gelombang persaingan bebas. Pasal 33 UUD 45 kelihatannya mempunyai semangat seperti ini. 3. Ketiga, sistem ekonomi yang berwatak populis. Dalam sistem ini, pemerintah yang berkuasa memberikan prioritas kepada sektor usaha kecil dan menengah di dalam negeri. Tetapi, berbeda dengan ekonomi yang berwatak nasional, sistem ekonomi populistik ini juga memberikan tempat yang relatif luas bagi serikat pekerja dan serikat tani untuk terlibat dalam pengelolaan ekonomi. 4. Bagaimana dengan Indonesia? Sistem apakah yang bisa menjadi alternatif di luar kapitalisme-neoliberal? Apakah pada konsep Marhaenisme yang dikumandangkan Bung Karno, yang disebutnya juga sebagai “sosialisme yang diterapkan di Indonesia.” Secara empirik, Marhanenisme muncul dalam slogan Berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). Menurut saya, Marhaenisme ini lebih menjurus populisme. 5. Bung Hatta muncul dengan ide koperasi yang dianggapnya sesuai dengan ciri asli masyarakat Indonesia. Ide ini pun sebenarnya lebih dekat kepada populisme ketimbang pada sosialisme apalagi nasionalisme ekonomi. Kita sama tahu, kedua ide pembangunan ekonomi ini menemui kegagalan. Ide Marhaenisme dilibas oleh gemuruh kapitalisme Orde Baru. Sementara ide koperasi diadopsi dan kemudian dimitoskan oleh rejim Orba. Bentuk ekonomi koperasi ditaruh di sangkar emas kekuasaan, tapi dibonsai di lapangan praktek. Sementara itu gagasan ekonomi kerakyatan dari kwiek Kian Gie atau Revrison Bawsir lebih banyak merupakan retorika politisi , atau sistim ekonomi Pancasila dari Prof Mubyarto, konsep konsepnya terlalu mengambang untuk diterapkan dalam praktek. Di luar kedua ide ini, belum muncul gagasan ekonomi alternatif di kalangan gerakan sosial. Ataukah memang tak ada yang baru di bawah matahari Nah dibawah ini ada beberapa pernyataan dari kalangan bawah / grass root yang saya kutip dari Sini Ekonomi Kerakyatan adalah sistem ekonomi yang bertujuan mensejahterakan rakyat.secara keseluruhan, bukan hanya segelintir pemilik modal.Baginya, apapun modelnya, baik itu liberal maupun sosialis, yang terpenting mensejahterakan rakyat Ekonomi kerakyatan tidak penting siapa investornya. Yang penting jualannya produk lokal. Jeruk Brastagi, durian Bangkinang, salak Bukit tinggi, rambutan Binjai. Begitu juga produk baju, pakaian, sepatu, dll. Ekonomi kerakyatan adalah ketika investor lokal menguasai saham perusahaan asing dan di dalamnya memperdagangkan sayur bayam dari ladang Mbok Iyem di Wonosari, ikan lele hasil budidaya Pak Paimin dari Magelang dan appel hijau dari kebun Tarjo di Malang. Kita tidak bisa naif untuk tidak melibatkan korporasi dalam membangun ekonomi. yang terpenting bagaimana membangun sistem ekonomi yang fair Sumber bacaan : 1.Coen Hussain Pontoh, Indoprogress.com 2.Lenteradiatasbukit.blogspot.com 3.Sumber sumber lain yang relevan.

Selasa, 20 Maret 2012

PANTASKAH SEPERTI DEMIKIAN ?

Pembelokan Istilah Munafik Banyak orang membelokkan kata-kata munafik untuk orang yang tidak mau berbuat maksiat. Seorang temanku langsung dicap sebagai seorang munafik oleh teman-temannya ketika tidak mau ikut-ikutan ngumbar pandangan pada seorang perempuan bukan mahram. ”Jangan munafik kamu.” Seorang artis pernah berterus terang kalau memakai narkobah. “Aku nggak munafik, deh,” pengakuannya. Jadi kata munafik dilabelkan pada orang-orang yang tidak mau berbuat maksiat. Seolah mereka mengatakan bahwa maksiat dan bebuat dosa sah-sah saja. Itu lebih baik dari pada orang yang tidak mau melakukan maksiat yang sejenis. Pembelokan makna ini jelas merupakan tantangan bagi orang-orang yang hendak berislam secara benar. Kata-kata penghinaan ini bisa membuat hati orang yang hendak beriman secar benar jadi goyah dan kemudian ikut-ikutan berbuat maksiat, karena tak tahan dengan ejekan kawan-kawanya. Orang-orang munafikin di masa lalu juga bertidak hal yang berbeda. Meraka melakukan berbagai tindakan untuk melemahkan semangat orang – orang beriman dalam beramal kebaikan. Ketika ada kaum muslimin yang bersedekah dengan jumlah yang sedikit meraka merendahkannya. Sebaliknya, bila ada orang yang bersedekah banyak , merka menuduhnya sebagai orang yang riya.’ Pada saat kaum muslimin hendak berangkat kemedan jihad maka merka mengendorkan semangat juangnya dengan berbagai trik busuk. Kaum munafikin paham dengan kebenaran ajaran islam namun secara kesombongan, ketinggian hati dan kedengkian membuat meraka tak mau menerima ajaran islam dengan suka rela. Topik : Sedikit Kata Banyak........ Beramal Sumber : Nur azizah

Selasa, 13 Maret 2012

Agama samawi dan ardhi pun sama dalam hal ini

Kita semua sepakat bahwa semua agama memberikan kehormatan dan kebaktian kepada ibu. Tidak ada hal yang disepakati apapun agamanya melebihi kesepakatan mereka bahwa ibu harus dihormati. Salah satu ciri seseorang dinamai gentleman, adalah seseorang yang menghormati wanita, tentu terlebih lagi pada ibu. Kita juga sudah seringkali mendengar betapa Islam menempatkan kewajiban berbakti kepada ibu melebihi [...]

SEMUA AGAMA SAMAWI, & ARHDI SAMA DALAM HAL INI

Senin, 12 Maret 2012

NAWAWI, ( IMAM)

Hadits 42: Allah Mengampuni Segala Dosa Orang Yang Tidak Berbuat Syirik HADITS KEEMPATPULUH DUA ْﻦَﻋ ٍﺲَﻧَﺃ َﻲِﺿَﺭ ُﻪﻠﻟﺍ ُﻪْﻨَﻋ َﻝﺎَﻗ : ُﺖْﻌِﻤَﺳ َﻝْﻮُﺳَﺭ ِﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ ُﻝْﻮُﻘَﻳ : َﻝﺎَﻗ ُﻪﻠﻟﺍ ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ : ﺎَﻳ َﻦْﺑﺍ ،َﻡَﺩﺁ َﻚَّﻧِﺇ ﺎَﻣ ﻲِﻨَﺗْﻮَﻋَﺩ ﻲِﻨَﺗْﻮَﺟَﺭَﻭ ُﺕْﺮَﻔَﻏ َﻚَﻟ ﻰَﻠَﻋ َﻥﺎَﻛﺎَﻣ َﻚْﻨِﻣ َﻻَﻭ ،ﻲِﻟﺎَﺑُﺃ ﺎَﻳ َﻦْﺑﺍ َﻡَﺩﺁ ْﻮَﻟ ْﺖَﻐَﻠَﺑ َﻚُﺑْﻮُﻧُﺫ َﻥﺎَﻨَﻋ ِﺀَﺎﻤَّﺴﻟﺍ َّﻢُﺛ ﻲِﻨَﺗْﺮَﻔْﻐَﺘْﺳﺍ ُﺕْﺮَﻔَﻏ ،َﻚَﻟ ﺎَﻳ َﻦْﺑﺍ ،َﻡَﺩﺁ َﻚَّﻧِﺇ ْﻮَﻟ ﻲِﻨَﺘْﻴَﺗَﺃ ِﺏﺍَﺮُﻘِﺑ ِﺽْﺭَﻷْﺍ َﺎﻳَﺎﻄَﺧ َّﻢُﺛ ﻲِﻨَﺘْﻴِﻘَﻟ َﻻ ْﻙِﺮْﺸُﺗ ﻲِﺑ ًﺎﺌْﻴَﺷ َﻚُﺘْﻴَﺗَﻷ ﺎَﻬِﺑﺍَﺮُﻘِﺑ ًﺓَﺮِﻔْﻐَﻣ ﻩﺍﻭﺭ] ﻱﺬﻣﺮﺘﻟﺍ ﻝﺎﻗﻭ ﺚﻳﺪﺣ ﻦﺴﺣ ﺢﻴﺤﺻ [ Terjemah Hadits / ﺔﻤﺟﺮﺗ ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ : Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “ (Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shahih). Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ﺪﺋﺍﻮﻔﻟﺍ ﻦﻣ ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ : 1. Berdoa diperintahkan dan dijanjikan untuk dikabulkan. 2. Pemberian maaf Allah dan ampunan-Nya lebih luas dan lebih besar dari dosa seorang hamba jika dia minta ampun dan bertaubat. 3. Berbaik sangka kepada Allah Ta’ala, Dialah semata Yang Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat dan istighfar. 4. Tauhid adalah pokok ampunan dan sebab satu-satunya untuk meraihnya. 5. Membuka pintu harapan bagi ahli maksiat untuk segera bertaubat dan menyesal betapapun banyak dosanya.

Minggu, 11 Maret 2012

Earth Song

What about sunrise What about rain What about all the things That you said we were to gain.. . What about killing fields Is there a time What about all the things That you said was yours and mine... Did you ever stop to notice All the blood we've shed before Did you ever stop to notice The crying Earth the weeping shores? Aaaaaaaaaah Aaaaaaaaaah What have we done to the world Look what we've done What about all the peace That you pledge your only son... What about flowering fields Is there a time What about all the dreams That you said was yours and mine... Did you ever stop to notice All the children dead from war Did you ever stop to notice The crying Earth the weeping shores Aaaaaaaaaaah Aaaaaaaaaaah I used to dream I used to glance beyond the stars Now I don't know where we are Although I know we've drifted far Aaaaaaaaaaah Aaaaaaaaaaaah Aaaaaaaaaaah Aaaaaaaaaaaah Hey, what about yesterday (What about us) What about the seas (What about us) The heavens are falling down (What about us) I can't even breathe (What about us) What about the bleeding Earth (What about us) Can't we feel its wounds (What about us) What about nature's worth (ooo,ooo) It's our planet's womb (What about us) What about animals (What about it) We've turned kingdoms to dust (What about us) What about elephants (What about us) Have we lost their trust (What about us) What about crying whales (What about us) We're ravaging the seas (What about us) What about forest trails (ooo, ooo) Burnt despite our pleas (What about us) What about the holy land (What about it) Torn apart by creed (What about us) What about the common man (What about us) Can't we set him free (What about us) What about children dying (What about us) Can't you hear them cry (What about us) Where did we go wrong (ooo, ooo) Someone tell me why (What about us) What about babies (What about it) What about the days (What about us) What about all their joy (What about us) What about the man (What about us) What about the crying man (What about us) What about Abraham (What was us) What about death again (ooo, ooo) Do we give a damn

Sabtu, 10 Maret 2012

KESEJUKAN

TIGA JALAN MENUJU TUHAN Ada tiga macam cara para Abid menyembah tuhannya : 1. Dengan cara takut dosa.Ciri-cirinya : memandang rendah akan dirinya, merasa sedikit kebaikannya, dan merasa tak terhingga kejahatannya. 2. Dengan cara menabur asa.ciri-cirinya : menjadi panutan bagi sesamanya, menjadi penderma yang merasa tidak butuh harta benda, dan berbaik sangka pada seluruh makhluk didunia. 3. Dengan Jalan mencinta.Ciri-cirinya : mendermakan harta yang masih disuka, mendorong dirinya melakukan darma, dan merasa selalu bersama tuhannya. (Khalifah Abu bakar r.a)

Kamis, 08 Maret 2012

MENGELUH,

MENGELUH Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan,pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hallainnya. Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat. "Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!" "Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan "job-des" gue" "Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu". Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia.Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan- rekan sekerjanya.Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekansekerjanya.Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapatdiprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh. Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini.Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur. Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda.Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan.Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra.Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikanpekerjaan tambahan.Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkindengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan. Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yangselama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh. Try it now: 1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda. 2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini. 3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda. "Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri

Rabu, 07 Maret 2012

Daily

Daily Hadits #53 — Monday, 02/01/2012 07:55 WIB Sunan Darimi 1231: Telah mengabarkan kepada kami Ja'far bin 'Aun telah mengabarkan kepada kami Isma'il bin Abu Khalid dari Qais dari Abu Mas'ud Al Anshari ia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya tidak jadi ikut melaksanakan shalat subuh karena lamanya shalat yang dilakukan oleh Fulan bersama kami." Maka saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam marah melebihi kemarahannya pada saat itu ketika sedang memberikan nasihat. Beliau bersabda: "Wahai manusia, sesungguhnya di antara kalian ada orang-orang yang membuat lari orang lain, maka barangsiapa shalat bersama manusia (sebagai Imam), maka hendaknya ia meringankannya. Sebab di antara mereka ada orang yang telah tua, orang lemah, dan orang yang memiliki keperluan." share on:

Selasa, 06 Maret 2012

kekayaan oleh : romo frans sales SCJ

Apa sikap Anda ketika Anda mengalami kejatuhan dalam perjalanan hidup ini? Apakah Anda senantiasa memiliki sikap syukur atas anugerah Tuhan bagi hidup Anda? Ada seorang teman menceritakan pengalaman hidupnya. Ia mengaku, sering ia merasakan keajaiban dalam hidupnya. Tidak pernah terpikir ia akan tinggal di kota besar dan bertemu orang- orang hebat, kenal dengan orang-orang kaya. Atau bergaul dengan para pemuka agama dan ikut menjadi saksi sejarah akan kejatuhan rezim Orde Baru yang sangat berkuasa dan ditakuti. Bahkan ia kemudian punya keluarga. “Sepertinya semua berjalan begitu saja dan mengalir tanpa ada yang aneh. Tetapi ketika kesadaran itu muncul, saya mengakui ini semua adalah karya Tuhan yang luar biasa. Apalagi ketika datang ke Jakarta, saya hanya berbekal baju dan uang seadanya. Sungguh patut untuk saya syukuri. Saya tidak pernah berhenti untuk bersyukur,� kata teman itu. Pernah ia memaksakan diri juga untuk melakukan sebuah perubahan yang belum saatnya untuk dilakukan. Tetapi akibatnya menjadi berantakan. Ketika itu, dasar fundamental keuangannya belum siap. Pengetahuan belum cukup dan pengalaman masih minim sekali. Ia tidak peduli terhadap masukan-masukan dari orang-orang lain. Ia memaksa untuk wiraswasta bersama teman- temannya. Namun ketika usaha itu gagal, efek yang ditimbulkan berakibat fatal. Yang paling menderita adalah keluarga. “Semua tabungan habis dan hutang menjadi bertambah. Beberapa aset terpaksa dijual demi kelangsungan hidup,� katanya. Baginya, ini semua pelajaran yang sangat berharga, karena punya telinga tetapi tuli. Punya mata tetapi buta dan punya perasaan tetapi mati. Karena itu, ia berusaha untuk mensyukuri setiap pemberian Tuhan. Ia berusaha untuk menerima apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepadanya. Dengan demikian, ia mengalami damai dalam hidupnya. Ia boleh bangkit lagi dari keterpurukannya untuk meraih sukses. Belum memiliki Sahabat, banyak orang ingin meraih sukses yang setinggi-tingginya. Banyak orang seolah-olah merasa hidup ini belum memiliki makna kalau belum punya segala-galanya. Akibatnya, orang menjadi stress saat kegagalan menghadang cita- cita mereka. Mereka menjadi orang yang murung dalam hidup ini. Mereka menjadi orang yang tidak berdaya. Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa setiap sikap syukur atas pemberian Tuhan akan menghasilkan banyak buah. Orang yang senantiasa bersyukur adalah orang yang tidak ingin meraih kesuksesan dalam hidupnya secara instan. Ia tidak ingin cepat-cepat memiliki apa saja yang dibutuhkannya demi hidupnya. Orang beriman itu orang yang mengalami proses kehidupan. Orang seperti ini biasanya berani bergulat dengan dirinya sendiri. Orang yang mau berkorban untuk kebahagiaan dirinya. Ia senantiasa memperhitungkan penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Karena itu, yang dibutuhkan dalam hidup adalah hati yang senantiasa tidak tamak akan harta kekayaan. Mengapa? Karena kekayaan bukanlah jaminan kebahagiaan. Kekayaan hanya menjadi sarana untuk meraih kebahagiaan dalam hidup. Jadi kalau harta kekayaan itu tidak membuat orang bahagia, orang mesti meninggalkannya. Mari kita mensyukuri kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Dengan demikian, kita mengalami kebahagiaan bersama Tuhan. Tuhan memberkati.

Senin, 05 Maret 2012

TIDUR

Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur, beliau menyatakan bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang- buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan, : “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan. Tidur pagi juga Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222) Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas- malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.³

Sabtu, 03 Maret 2012

ﺍْﻮُﻨْﻴِﻌَﺘْﺳﺍ ِﺮْﺒَّﺼﻟﺎِﺑ َﻭ ِﺓَﻼَّﺼﻟﺍ َّﻥِﺇ َﻪﻠﻟﺍ َﻊَﻣ ﻦْﻳِﺮِﺑﺎَّﺼﻟﺍ (153) Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat; sesung-guhnya Allah adalah beserta orang-orang yang sabar. َﻻَﻭ ﺍْﻮُﻟْﻮُﻘَﺗ ْﻦَﻤِﻟ ُﻞَﺘْﻘُﻳ ْﻲِﻓ ِﻞْﻴﺒَﺳ ِﻪﻠﻟﺍ ٌﺕﺍَﻮْﻣَﺃ ْﻞَﺑ ٌﺀﺎَﻴْﺣَﺃ َﻭ ْﻦِﻜَﻟ َّﻻ ﻥْﻭُﺮُﻌْﺸَﺗ (154) Dan janganlah kamu katakan terhadap orang yang terbunuh di jalan Allah bahwa mereka mati. Bahkan mereka hidup, akan tetapi kamu tidak merasa. َﻭ ْﻢُﻜَّﻧَﻮُﻠْﺒَﻨَﻟ ٍﺀْﻲَﺸِﺑ َﻦِّﻣ ِﻑْﻮَﺨْﻟﺍ َﻭ ِﻉْﻮُﺠْﻟﺍ َﻭ ٍﺺْﻘَﻧ َﻦِّﻣ ِﻝﺍَﻮَﻣَﺄْﻟﺍ َﻭ ِﺲُﻔْﻧﺄْﻟﺍ َﻭ ِﺕﺍَﺮَﻤَّﺜﻟﺍ َﻭ ِﺮِّﺸَﺑ َﻦْﻳِﺮِﺑﺎَّﺼﻟﺍ (155) Dan sesungguhnya akan Kami beri kamu percobaan dengan sesuatu dari ketakutan dan kelaparan dan kekurangan dari harta benda dan jiwa-jiwa dan buah buahan; dan berilah khabar yangmenyukakan kepada orang yang sabar.

Orang pasti bersamanya

Jumat, 02 Maret 2012

An-nisa : 80

{4-80} ْﻦَﻣ ِﻊِﻄُﻳ َﻝﻮُﺳَّﺮﻟﺍ ْﺪَﻘَﻓ َﻉﺎَﻃَﺃ َﻪَّﻠﻟﺍ ْﻦَﻣَﻭ ﻰَّﻟَﻮَﺗ ﺎَﻤَﻓ َﻙﺎَﻨْﻠَﺳْﺭَﺃ ْﻢِﻬْﻴَﻠَﻋ ﺎًﻈﻴِﻔَﺣ Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka

Kamis, 01 Maret 2012

Manusia boleh berpikir menurut "Akal pikir" tentang keyakinannya. Tetapi...ada "HATI NURANI" yang bisa menimbang benar atau salah? Keyakinan meneguhkan keimanan seseorang terhadap KeTuhanan. Percuma berpikir masuk Logika. Tetapi punya "Beban" Nurani yang selalu bertentangan dengan Hati kecil. Manusia boleh yakin yang di pikirkan benar,Hati Nurani menolak sama saja. Seperti "Terikat tali" atau terbelengu oleh akal pikiran dan segala Aturan Agama/Ajaran. Tetapi Akal pikir yang "Selaras" dengan Hati Nurani membuahkan "Iman Teguh"..atas keberadaan "Pencipta".dalam mencari Jati Diri. Hati Nurani selalu mengarahkan pada hal-hal Baik. sebagai "Citra" Kehendak-Pencipta yang ada pada setiap manusia yg hidup. Kembali sadar atau tidak akan pernah sadar "Tergantung" Individu. Sadar "Berarti Menerima"Penuh"Tunduk-Patuh"pada Hati-Nurani. Bukan pada Akal-pikir yang selalu penuh Logika yang sia-sia belaka. Ketika manusia hanya mengandalkan akal pikir-logika...yg ditemukan hanya "Kekosongan"-sebab "ke"AKU"an,Tinggi hati yang lebih dominan. Yang ada hanya "Amarah, Angkara murka, Sifat2 Negatif yang Timbul. dan ini mendukung ciri2"Pola "Roh Jahat atau Setan"..... untuk Terbebas dari "Belengu"cuma satu cara memiliki Nati Nurani dulu. Hanya tuhan yang mampu, memulihkan "Nurani"setiap Manusia. Selama manusia itu tertutup, selama itupula "Kesadaraan" tetap menjauh. Manusia tsb tidak akan punya "Hati Nurani" yang sesungguhnya.... Setiap MANUSIA yang HIDUP pasti TAKUT akan Kematian/Binasa. Karena Manusia tidak tahu Bagaimana/Kemana setelah mati Nanti..... Paling tidak sudah memilih yang benar menurut NURANI bukan cuma hanya oleh AKAL-PIKIR.... Salam damai..

Manusia boleh berpikir menurut "Akal pikir" tentang keyakinannya. Tetapi...ada "HATI NURANI" yang bisa menimbang benar atau salah? Keyakinan meneguhkan keimanan seseorang terhadap KeTuhanan. Percuma berpikir masuk Logika. Tetapi punya "Beban" Nurani yang selalu bertentangan dengan Hati kecil. Manusia boleh yakin yang di pikirkan benar,Hati Nurani menolak sama saja. Seperti "Terikat tali" atau terbelengu oleh akal pikiran dan segala Aturan Agama/Ajaran. Tetapi Akal pikir yang "Selaras" dengan Hati Nurani membuahkan "Iman Teguh"..atas keberadaan "Pencipta".dalam mencari Jati Diri. Hati Nurani selalu mengarahkan pada hal-hal Baik. sebagai "Citra" Kehendak-Pencipta yang ada pada setiap manusia yg hidup. Kembali sadar atau tidak akan pernah sadar "Tergantung" Individu. Sadar "Berarti Menerima"Penuh"Tunduk-Patuh"pada Hati-Nurani. Bukan pada Akal-pikir yang selalu penuh Logika yang sia-sia belaka. Ketika manusia hanya mengandalkan akal pikir-logika...yg ditemukan hanya "Kekosongan"-sebab "ke"AKU"an,Tinggi hati yang lebih dominan. Yang ada hanya "Amarah, Angkara murka, Sifat2 Negatif yang Timbul. dan ini mendukung ciri2"Pola "Roh Jahat atau Setan"..... untuk Terbebas dari "Belengu"cuma satu cara memiliki Nati Nurani dulu. tuhan yang mampu, memulihkan "Nurani"setiap Manusia. Selama manusia itu tertutup, selama itupula "Kesadaraan" tetap menjauh. Manusia tsb tidak akan punya "Hati Nurani" yang sesungguhnya.... Setiap MANUSIA yang HIDUP pasti TAKUT akan Kematian/Binasa. Karena Manusia tidak tahu Bagaimana/Kemana setelah mati Nanti..... Paling tidak sudah memilih yang benar menurut NURANI bukan cuma hanya oleh AKAL-PIKIR.... Salam

LOGIKA VS NURANI

Manusia boleh berpikir menurut "Akal pikir" tentang keyakinannya. Tetapi...ada "HATI NURANI" yang bisa menimbang benar atau salah . Keyakinan meneguhkan keimanan seseorang terhadap KeTuhanan. Percuma berpikir masuk area sec Logika. Tetapi punya "Beban" Nurani yang selalu bertentangan dengan Hati kecil. Manusia boleh yakin apa yang di pikirkan benar, tapi, jika Hati Nurani menolak, ya sama saja. Seperti "Terikat tali" atau terbelengu oleh akal pikiran dan segala Aturan Agama/Ajaran. Tetapi dgn Akal pikir yang "Selaras" dengan Hati Nurani membuahkan "Iman Teguh"..atas keberadaan "Pencipta". dalam mencari Jati Diri. Hati Nurani selalu mengarahkan pada hal-hal Baik. sebagai "Citra" Kehendak-Pencipta yang ada pada setiap manusia yg hidup. Kembali sadar atau tidak akan pernah sadar "Tergantung" Individu. Sadar "Berarti Menerima"Penuh"Tunduk-Patuh"pada Hati-Nurani. Bukan pada Akal-pikir yang selalu penuh Logika yang sia-sia belaka. Ketika manusia hanya mengandalkan akal pikir-logika...yg ditemukan hanya "Kekosongan"-sebab "ke"AKU"an,Tinggi hati yang lebih dominan. Yang ada hanya "Amarah, Angkara murka, Sifat2 Negatif yang Timbul. dan ini mendukung ciri2"Pola "Roh Jahat atau Setan"..... untuk Terbebas dari "Belengu"cuma satu cara memiliki Nati Nurani dulu. Hanya Alloh yang mampu, memulihkan "Nurani"setiap Manusia. Selama manusia itu tertutup, selama itupula "Kesadaraan" tetap menjauh. Manusia tsb tidak akan punya "Hati Nurani" yang sesungguhnya.... Setiap MANUSIA yang HIDUP pasti TAKUT akan Kematian/Binasa. Karena Manusia tidak tahu Bagaimana/Kemana setelah mati Nanti..... Paling tidak sudah memilih yang benar menurut NURANI bukan cuma hanya oleh AKAL-PIKIR....

logika VS nurani

Manusia boleh berpikir menurut "Akal pikir" tentang keyakinannya. Tetapi...ada "HATI NURANI" yang bisa menimbang benar atau salah . Keyakinan meneguhkan keimanan seseorang terhadap KeTuhanan. Percuma berpikir masuk area sec Logika. Tetapi punya "Beban" Nurani yang selalu bertentangan dengan Hati kecil. Manusia boleh yakin apa yang di pikirkan benar, tapi, jika Hati Nurani menolak, ya sama saja. Seperti "Terikat tali" atau terbelengu oleh akal pikiran dan segala Aturan Agama/Ajaran. Tetapi dgn Akal pikir yang "Selaras" dengan Hati Nurani membuahkan "Iman Teguh"..atas keberadaan "Pencipta". dalam mencari Jati Diri. Hati Nurani selalu mengarahkan pada hal-hal Baik. sebagai "Citra" Kehendak-Pencipta yang ada pada setiap manusia yg hidup. Kembali sadar atau tidak akan pernah sadar "Tergantung" Individu. Sadar "Berarti Menerima"Penuh"Tunduk-Patuh"pada Hati-Nurani. Bukan pada Akal-pikir yang selalu penuh Logika yang sia-sia belaka. Ketika manusia hanya mengandalkan akal pikir-logika...yg ditemukan hanya "Kekosongan"-sebab "ke"AKU"an,Tinggi hati yang lebih dominan. Yang ada hanya "Amarah, Angkara murka, Sifat2 Negatif yang Timbul. dan ini mendukung ciri2"Pola "Roh Jahat atau Setan"..... untuk Terbebas dari "Belengu"cuma satu cara memiliki Nati Nurani dulu. Hanya Alloh yang mampu, memulihkan "Nurani"setiap Manusia. Selama manusia itu tertutup, selama itupula "Kesadaraan" tetap menjauh. Manusia tsb tidak akan punya "Hati Nurani" yang sesungguhnya.... Setiap MANUSIA yang HIDUP pasti TAKUT akan Kematian/Binasa. Karena Manusia tidak tahu Bagaimana/Kemana setelah mati Nanti..... Paling tidak sudah memilih yang benar menurut NURANI bukan cuma hanya oleh AKAL-PIKIR....

Apa Tanda Keislaman Seseorang? Islam itu agama yang mudah. Seorang yang akan masuk Islam cukup dengan membaca dua kalimat syahadat tanpa upacara apapun yang ruwet. Tidak perlu KTP atau tanda pengenal. PERTANYAAN Assalamuailaikum wr. wb KTP yang disahkan oleh pemerintah adalah bukti nyata pengakuan bahwa kita sebagai warga dari suatu negara itu bahkan yang terkecil bahwa kita sebagai warga dari suatu desa/dusun tersebut. pertanyaan saya, apa bukti nyata kalau kita diakui sebagai ummat nabi muhammad saw, sehingga kita bukan hanya ngaku-ngaku ummat beliau.... mohon segera dijawab. Wassalamuailaikum wr. wb. Hadi Rahman Ma'rifatulloh via kotak komentar rubrik ini. JAWABAN Pertanyaan tersebut pernah diajukan pada Nabi oleh malaikat Jibril yang menyamar menjadi seorang biasa. Pertanyaan Jibril dan jawaban Nabi berdasarkan sebuah Hadits Bukhari Muslim (muttafaq alaih) adalah sebagai berikut. Jibril: Apa itu Islam? Nabi: Islam adalah bersaksi tiada tuhan selain Allah, mendirikan salat, membayar zakat, puasa bulan Ramadan, haji ke Baitullah apabila kuasa. Hadits di atas menjadi standar seseorang menjadi muslim. Yakni, harus memenuhi lima rukun Islam di atas. Nabi:

Rabu, 29 Februari 2012

DURIAN FRUIT Welcome all durian lovers , I am glad to see you here. I am a serious durian lover who like to eat it very much. It’s delicious ,sweet and mellow and its smell also catches my nose. I know some persons don’t like its smell but for durian lovers same same you and me , I am sure that we all love durian’s smell

Daily Hadits #56 — Shahih Bukhari 4302: Telah menceritakan kepadaku 'Ubaid bin Isma'il dari Abu Usamah dari 'Ubaidullah dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma dia berkata; "Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki- lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkun ampun bagi orang-orang munafik atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka, maka hal itu adalah sama saja. sekalipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali (Qs. At-Taubah 9: 80). Oleh karena itu, aku akan menambah istighfar lebih dari tujuh puluh kali untuknya." Umar bin Khaththab berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya Ia adalah orang munafik?." Tetapi, rupanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tetap saja menshalatinya, hingga Allah menurunkan ayat Al Qur'an: "Janganlah kamu sekali-kali menshalati jenazah seorang di antara orang-orang munafik dan janganlah kamu berdiri di atas kuburnya." (Qs. At-Taubah 9: 84)

Selasa, 28 Februari 2012

# MUSLIM : ORANG ISLAM MALU MENGAKUI ALLAH MEREKA? Orang islam kalau ditanya siapa Allah mereka, mereka mulai bingung ada yang bilang : dzat yang tidak jelaslah, allah dalam khayalan/imajinasi, allah yang lain yang tidak jelas juga. Ada juga yang mulai mengutip pengertian yang sangat umum mis. allah pencipta langit dan bumi, dsb, tapi mereka tidak bisa menyebut secara spesifik siapa allah mereka yang sebenarnya. Saya tidak tau apakah mereka tidak tau atau pura-pura tidak tau bahwa allah mereka adalah allah swt. Allah swt yang dimaksud mohommad tidak lain adalah Hajar Aswad yang ada dalam ka'abah. Hajar Aswad = Awloh SWT: - Esa (satu2nya batu hitam yg jatuh dari "SYURGA" ke bumi) - Tidak ada yg serupa dgn batu tsb - Tidak beranak & diperanakkan - Muslim2 bergantung padanya & sujud menyembahnya 5 x sehari Masuk akal bukan............................? Jadi sebenarnya Allah islam itu ya Hajar Aswad atau si Batu Hitam. Itu kenapa mohammad menganjurkan mereka menyembah ka'abah. Muslim yang sekarang mungkin rada malu mengakui hal itu, dan mulai mencari pengertian lain yang lebih umum dan kelihatan lebih enak didengar, mis. allah mereka itu allah pencipta langit dan bumi. Agama lain juga tau kalau pengertiannya seperti itu. Kalau ditanya lebih spesifik maka jawabannya pasti Hajar Aswad......ha..ha..ha...

Now and then I think of when we were together Like when you said you felt so happy you could die I told myself that you were right for me But felt so lonely in your company But that was love and it's an ache I still remember You can get addicted to a certain kinda sadness Like resignation to the end, always the end So when we found that we could not make sense Well you said that we would still be friends But I'll admit that I was glad that it was over But you didn't have to cut me off Make it like it never happened and that we were nothing I don't even need your love, but you treat me like a stranger And that feels so rough No, you didn't have to stoop so low Have your friends collect your records And then change your number Guess that I don't need that though Now you're just somebody that I used to know Now you're just somebody that I used to know Now you're just somebody that I used to know Now and then I think of all the times you screwed me over But had me believin it was always something that I'd done

Seorang laki-laki, menurut Mather, mempunyai keinginan lebih untuk mengambil resiko ketika mereka sedang stres. Sedangkan perempuan cenderung lebih konservatif untuk mengambil resiko. "Seberapa banyak pengalaman stres yang Anda alami agaknya berdampak pada cara Anda membuat keputusan," kata Mather. (I026)

streeezzz

lentera: malam gelap g ada cahaya sama sekali kemana" keman...

lentera: malam gelap g ada cahaya sama sekali kemana" keman...

Minggu, 26 Februari 2012

mencoba

q hanya mencoba  berbuat tp tuhan juga yg menentukan    
dikatakan banyak manusia pilihan ada di dirimanusia .......apakah ke ikutsertaan  tuhan disini berperan ? .

malam gelap g ada cahaya sama sekali kemana" kemana

Rabu, 15 Februari 2012

wahai manusia

wahai manusia bersyukurlah atas segala yang telah kalian dapatkan  sesungguhnya tuhanmu sangat bijaksana  meskipun manusia banyak bersalah dan berdosa tuhan tetap memberi yang terbaik untuk kita semua ..
dapatkah sesegera mungkin kita bersyukur atau sebaliknya bertambah kufur ....tergantung anda memilih

lentera hati

kerapuhan hati sangat di tunjang dengan cerobohnya akal dan alat fikir  ........test uji