Kamis, 01 Maret 2012
Manusia boleh berpikir menurut "Akal pikir" tentang keyakinannya. Tetapi...ada "HATI NURANI" yang bisa menimbang benar atau salah? Keyakinan meneguhkan keimanan seseorang terhadap KeTuhanan. Percuma berpikir masuk Logika. Tetapi punya "Beban" Nurani yang selalu bertentangan dengan Hati kecil. Manusia boleh yakin yang di pikirkan benar,Hati Nurani menolak sama saja. Seperti "Terikat tali" atau terbelengu oleh akal pikiran dan segala Aturan Agama/Ajaran. Tetapi Akal pikir yang "Selaras" dengan Hati Nurani membuahkan "Iman Teguh"..atas keberadaan "Pencipta".dalam mencari Jati Diri. Hati Nurani selalu mengarahkan pada hal-hal Baik. sebagai "Citra" Kehendak-Pencipta yang ada pada setiap manusia yg hidup. Kembali sadar atau tidak akan pernah sadar "Tergantung" Individu. Sadar "Berarti Menerima"Penuh"Tunduk-Patuh"pada Hati-Nurani. Bukan pada Akal-pikir yang selalu penuh Logika yang sia-sia belaka. Ketika manusia hanya mengandalkan akal pikir-logika...yg ditemukan hanya "Kekosongan"-sebab "ke"AKU"an,Tinggi hati yang lebih dominan. Yang ada hanya "Amarah, Angkara murka, Sifat2 Negatif yang Timbul. dan ini mendukung ciri2"Pola "Roh Jahat atau Setan"..... untuk Terbebas dari "Belengu"cuma satu cara memiliki Nati Nurani dulu. Hanya tuhan yang mampu, memulihkan "Nurani"setiap Manusia. Selama manusia itu tertutup, selama itupula "Kesadaraan" tetap menjauh. Manusia tsb tidak akan punya "Hati Nurani" yang sesungguhnya.... Setiap MANUSIA yang HIDUP pasti TAKUT akan Kematian/Binasa. Karena Manusia tidak tahu Bagaimana/Kemana setelah mati Nanti..... Paling tidak sudah memilih yang benar menurut NURANI bukan cuma hanya oleh AKAL-PIKIR.... Salam damai..
Manusia boleh berpikir menurut "Akal pikir" tentang keyakinannya. Tetapi...ada "HATI NURANI" yang bisa menimbang benar atau salah? Keyakinan meneguhkan keimanan seseorang terhadap KeTuhanan. Percuma berpikir masuk Logika. Tetapi punya "Beban" Nurani yang selalu bertentangan dengan Hati kecil. Manusia boleh yakin yang di pikirkan benar,Hati Nurani menolak sama saja. Seperti "Terikat tali" atau terbelengu oleh akal pikiran dan segala Aturan Agama/Ajaran. Tetapi Akal pikir yang "Selaras" dengan Hati Nurani membuahkan "Iman Teguh"..atas keberadaan "Pencipta".dalam mencari Jati Diri. Hati Nurani selalu mengarahkan pada hal-hal Baik. sebagai "Citra" Kehendak-Pencipta yang ada pada setiap manusia yg hidup. Kembali sadar atau tidak akan pernah sadar "Tergantung" Individu. Sadar "Berarti Menerima"Penuh"Tunduk-Patuh"pada Hati-Nurani. Bukan pada Akal-pikir yang selalu penuh Logika yang sia-sia belaka. Ketika manusia hanya mengandalkan akal pikir-logika...yg ditemukan hanya "Kekosongan"-sebab "ke"AKU"an,Tinggi hati yang lebih dominan. Yang ada hanya "Amarah, Angkara murka, Sifat2 Negatif yang Timbul. dan ini mendukung ciri2"Pola "Roh Jahat atau Setan"..... untuk Terbebas dari "Belengu"cuma satu cara memiliki Nati Nurani dulu. tuhan yang mampu, memulihkan "Nurani"setiap Manusia. Selama manusia itu tertutup, selama itupula "Kesadaraan" tetap menjauh. Manusia tsb tidak akan punya "Hati Nurani" yang sesungguhnya.... Setiap MANUSIA yang HIDUP pasti TAKUT akan Kematian/Binasa. Karena Manusia tidak tahu Bagaimana/Kemana setelah mati Nanti..... Paling tidak sudah memilih yang benar menurut NURANI bukan cuma hanya oleh AKAL-PIKIR.... Salam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar