Selasa, 20 Maret 2012

PANTASKAH SEPERTI DEMIKIAN ?

Pembelokan Istilah Munafik Banyak orang membelokkan kata-kata munafik untuk orang yang tidak mau berbuat maksiat. Seorang temanku langsung dicap sebagai seorang munafik oleh teman-temannya ketika tidak mau ikut-ikutan ngumbar pandangan pada seorang perempuan bukan mahram. ”Jangan munafik kamu.” Seorang artis pernah berterus terang kalau memakai narkobah. “Aku nggak munafik, deh,” pengakuannya. Jadi kata munafik dilabelkan pada orang-orang yang tidak mau berbuat maksiat. Seolah mereka mengatakan bahwa maksiat dan bebuat dosa sah-sah saja. Itu lebih baik dari pada orang yang tidak mau melakukan maksiat yang sejenis. Pembelokan makna ini jelas merupakan tantangan bagi orang-orang yang hendak berislam secara benar. Kata-kata penghinaan ini bisa membuat hati orang yang hendak beriman secar benar jadi goyah dan kemudian ikut-ikutan berbuat maksiat, karena tak tahan dengan ejekan kawan-kawanya. Orang-orang munafikin di masa lalu juga bertidak hal yang berbeda. Meraka melakukan berbagai tindakan untuk melemahkan semangat orang – orang beriman dalam beramal kebaikan. Ketika ada kaum muslimin yang bersedekah dengan jumlah yang sedikit meraka merendahkannya. Sebaliknya, bila ada orang yang bersedekah banyak , merka menuduhnya sebagai orang yang riya.’ Pada saat kaum muslimin hendak berangkat kemedan jihad maka merka mengendorkan semangat juangnya dengan berbagai trik busuk. Kaum munafikin paham dengan kebenaran ajaran islam namun secara kesombongan, ketinggian hati dan kedengkian membuat meraka tak mau menerima ajaran islam dengan suka rela. Topik : Sedikit Kata Banyak........ Beramal Sumber : Nur azizah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar